Selasa, 11 Agustus 2020

Mengevaluasi Jaringan Nirkabel


A. Dasar Jaringan Nirkabel dan Gelombang Radio


Jaringan Komputer Tanpa Kabel (Wireless Network) merupakan jenis jaringan komputer yang memanfaatkan sinyal elektomagnetis atau menggunakan media transmisi data tanpa menggunakan kabel. Media yang digunakan seperti gelombang radio, inframerah, bluetooth, dan microwave. Wireless bisa difungsikan kedalam jaringan LAN, MAN, maupun WAN. Wireless ditujukan untuk kebutuhan mobilitas yang tinggi


1. Jaringan Nirkabel
   a. Pengertian Jaringan Nirkabel

             Jaringan nirkabel adalah teknologi yang menggunakan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya (seperti teknologi infraredpada remote tv) atau gelombang radio (Bluetooth pada ponsel dan computer) dengan frekuensi tertentu. Beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti : gelombang radio, gelombang mikro, cahaya infrared.  Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti gelombang radio, gelombang mikro maupun cahaya infra merah.

b. Keunggulan Jaringan Nirkabel

1.Tingkat Mobilitas Tinggi
   Penggunaan jaringan nirkabel memberikan kemudahan terhadap pengguna untuk mengakses informasi dimana pun mereka berada selama dapat terjangkau jaringan nirkabel tersebut.Seorang pengguna yang berada di lokasi mana saja di kantor atau di ruang public (hotspot) selalu dapat tersambung ke internet sehingga komunikasi serta proses mendapatkan data atau  informasi bias dilakukan dengan lebih cepat.

2. Proses Instalasinya Mudah dan Cepat
        Instalasi jaringan nirkabel mudah dan cepat tanpa harus menarik kabel melalui dinding. Kabel digunakan ketika menghubungkan sebuah access point  ke sebuah jaringan (hub/repeater/router),        sementara koneksi ke komputer klien dilakukan via gelombang radio dengan medium udara. Berbeda jika jaringan berbasis kabel, tiap komputer yang akan tersambung ke jaringan LAN perlu menarik kabel satu per satu ke hub.

3. Lebih Fleksibel
          Penggunaan jaringan nirkabel memungkinkan membangaun sebuuah jaringan komputer  pada tempat yang tidak mungkin atau sulit dijangkau oleh kabel. Seperti di kota-kota besar, sehingga penggunaan jaringan nirkabel menjadi salah satu alternatif solusi yang tepat.

 4. Meningkatkan Produktivitas
            Karena dapat selalu tersambung ke jaringan intranet atau internet, di mana pun pengguna  berada selama dalam jangkauan jarinan, respons pengguna akan lebih cepat. Seperti dalam  sebuah perusahaan, ketika karyawan dapat mengakses informasi di lokasi mana pun, mereka dapat dengan cepat merespons kebutuhan atau keluhan dari pelanggan sehingga proses pengambilan keputusan dapat segera dilakukan.                
 c. Kerugian Jaringan Nirkabel
     1. Keamanan
          Karena jaringan nirkabel bekerja dengan medium udara, sebenarnya transmisi data dapat ditangkap dan disadap oleh siapa saja sehingga banyak sekali jenis serangan yang terjadi pada jaringan nikabel.

    2. Faktor Kecepatan
              Menyediakan trasmisi data 11 Mbps hinggga 54 Mbps. Kecepatan data dipengaruhi oleh lingkungan sehingga laju data menjadi 11 Mbps hingga 24 Mbps. Faktor cuaca berpengaruh  terhadap kualitas sinyal, sitem transmisi yang digunakan adalah medium gelombang radio di udara,    sehingga bisa memberikan penundaan kepada pengguna.

      3. Faktor Biaya (cost)
              Harga komponen untuk membuat jaringan nirkabel saat ini masih tergolong mahal sehingga implementasinya membutuhkan perencanaan yang tepat. Biaya perawatannya masih lebih murah        dibandingkan jaringan kabel. Selain itu, jaringan nirkabel sangat cocok untuklingkungan yang dinamis, maksudnya sering mengalami perpidahan atau rotasi lingkungan kerja.


d. Menentukan persyaratan jaringan nirkabel
    Syarat-syaratnya:
1.  Minimal terdapat dua buah perangkat/komputer yang terhubung. Hubungan ini dapat menggunakan sarana kabel (wired) maupun nirkabel (wireless).
2.  Ada dua atau lebih komputer yang saling terhubung. Jika hanya ada 1 komputer atau perangkat merupakan bukan jaringan komputer, jika ada 2 atau lebih komputer tapi mereka tidak saling terhubung juga bukan merupakan suatu jaringan komputer. Jadi harus ada 2 komputer atau perangkat yang saling terhubung, berulah membentuk suatu jaringan komputer.
3.  Terdapat pengguna di dalamnya yang berinteraksi dengan pengguna lainnya, pengguna sangat diperlukan dalam membentuk suatu jaringan komputer. Karena jika pengguna tidak ada, maka yang mengoperasikan sesuatu agar terbentuk suatu jaringan komputer juga tidak ada.
4.   Terdapat data yang dipertukaran di dalamnya. Selain data juga terdapat konten maupun informasi (hasil pengolahan data).
5.  Terdapatnya pemakaian secara bersama-sama (sharing) terhadap perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
2. Gelombang Radio
a. Pengertian Gelombang Radio

Gelombang Radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik,dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio(ditumpangkan frekuensinya)pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio pada suatu spektrum elektromagnetik,dan bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.




           1.   Frekuensi dan panjang gelombang
a.  Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam satuan waktu yang diberikan .Frekuensi juga dapat diartikan sebagai banyaknya getaran gelombang yang terjadi dalam waktu satu detik.satuan frekuensi adalah Hertz (Hz).
b.  Panjang gelombang adalah jarak yang ditempuh gelombang yang terjadi dalam satu satuan waktu.
2.  Modulasi adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi.Terdapat tiga parameter kunci pada suatu gelombang sinusiuodal yaitu : amplitudo,fase dan frekuensi.Modulasi terdiri dari dua, yaitu:
a.  Modulasi analog ,dalam modulasi analog proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog.Teknik yang dipakai dalam modulasi analog adalah:
Angle Modulation
·        Modulasi Fase (Phase Modulation – PM)
·        Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation – FM)
  Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation – AM)
b.  Modulasi Digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) kedalam sinyal carrier.Modulasi digital sebenarnya adalah proses mengubah – ubah karakteristik dan sifat gelombang pembawa sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated carrier) memiliki cirri-ciri dari bit-bit(0 atau 1) yang dikandungnya.

Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam satuan detik dengan satuan Hz.

Panjang Gelombang
Panjang Gelombang adalah jarak antara dua titik yang berdekatan secara identik dalam gelombang.

2.   Pengertian Teknik Pemodulasian AM,FM

AM FM


AM (Amplitudo Modulation) adalah proses memodulasi isyarat frekuensi rendah pada gelombang frekuensi tinggi dengan mengubah-ubah amplitudo gelombang frekuensi tinggi tanpa mengubah frekuensinya.

FM (Frequency  Modulation) adalah suatu metode untuk mengirimkan isyarat frekuensi rendah dengan cara memodulasi frekuensi gelombang pembawa berfrekuensi tinggi.


3.   Pengertian Teknik Pemodulasian PM,FSK

PM

PM (Phase Modulation) adalah bentuk modulasi yang merepresentasikan informasi sebagai variasi fase dari sinyal pembawa.


FSK (Frekuensi Shift Keying) adalah suatu bentuk modulasi yang memungkinkan gelombang modulasi menggeser frekuensi output gelombang pembawa.


3.   Pengertian Teknik Pemodulasian PSK,CDMA

PSK

PSK (Phase shift Keying) adalah suatu bentuk modulasi fase yang memungkinkan fungsi pemodulasi fase gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya.
CDMA

CDMA (Code Division Multiple Access) adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan.
Share:

Rabu, 05 Agustus 2020

Mahir Melakukan Perawatan Jaringan VLAN

MATERI ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN KELAS XI TKJ


A.Prosedur Pemeriksaan Jaringan VLAN

Melakukan perawatan jaringan secara rutin sangat diperlukan, terutama untuk jaringan VLAN, Sebagai administrator jaringan, kita harus mengetahui beberapa perangkat keras yang ada di dalam jaringan, seperti komputer, server, komputer client, switch, router, kabel jaringan, serta konektor-konektor lainnya.VLAN adalah bentuk logical dari LAN. LAN itu sendiri adalah kumpulan perangkat-perangkat yang saling terhubung dalam satu broadcast domain. Tanpa adanya VLAN, sebuah switch menganggap semua interface berada dalam 1 broadcast domain. Seperti yang kita tahu bahwa tipe data yang digunakan pada layer 2 OSI adalah frame. Switch berada pada layer 2 karena berkomunikasi dengan menggunakan MAC address, membungkus informasinya dalam bentuk frame. Ketika jaringan berada dalam 1 broadcast domain, semua frame yang berisi informasi yang dikirim akan dikirimkan ke semua interface aktif dalam switch. Broadcast domain dalam jaringan yang mempunyai jumlah komputer terhubung kurang dari 50 biasanya tidak terlalu mempengaruhi performa pengiriman data. Namun jika ada 200 komputer yang berada dalam daerah broadcast domain yang sama maka, aspek reliability jaringan tersebut menjadi berkurang.


1. Metode Troubleshooting Jaringan
    Troubleshooting  merupakan suatu tindakan untuk mencari sumber masalah secara sistematis sehingga maalah dapat diperbaiki dengan benar. Ada beberapa metode troubleshooting yang sering disebut.

a. The Top-Down Troubleshooting Approach.
     Metode pemecahan masalah top-down menggunakan model OSI sebagai pedoman dengan application layer sebagai titik awal. Salah satu karakteristik terpenting dari model OSI adalah bahwa setiap lapisan bergantung pada lapisan dasar untuk operasinya.

b. The Bottom-Up Troubleshooting Approach
     Pendekan pemecahan masalah Bottom-up juga menggunakan model OSI sebagai paduannya dengan physical layer sebagai titik awal.

c. The Divid and Conquer Approach
     Pendekatan pemecahan masalah divide and conquer merupakan pendekatan antara top-down dan bottom-up. apabila antara top-down dan bottom-up tidak ada yang efektif dalam pemecahan masalah, solusinya adalah dengan memulai dari network layer dan melakukan beberapa tes seperti ping and trace.

d.The follow the path Troubleshooting Approach
    Pendekatan follow the path awalnya mencari jalur aktual dari sumber ke tujuan selanjutnya, cakupan pemecahan masalah dikurangi menjadi hanya link dan perangkat yang ada pada jalur.

e. The Compare Configuration Troubleshooting Approach
    Metode compare-configuration atau disebut juga dengan spotting-the difference, dengan membandingkan konfigurasi, versi perangkat lunak, perangkat keras, atau properti perangkat lainnya bekerja dan tidak bekerja, dan menemukan perbedaan yang signifikan diantara keduanya.

f. The Swap Componen Troubleshooting Approach
    Pendekatan swap-component adalah teknik pemecahan masalah yang sangat mendasar yang dapat digunakan untuk mengisolasi masalah. 
Share:

Senin, 03 Agustus 2020

MATERI PEMROGRAMAN DASAR

Materi BAB II . Instalasi Perangkat Lunak

A. Pengertian Bahasa Pemrograman

Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau ‘pekerjaan’ sesuai dengan keinginan si pemrogram (programmer). Untuk dapat melakukan pemrograman, diperlukan keterampilan dalam algoritmalogikabahasa pemrograman, dan di banyak kasus, pengetahuan-pengetahuan lain sepertimatematika.

Pemrograman adalah sebuah seni dalam menggunakan satu atau lebihalgoritma yang saling berhubungan dengan menggunakan sebuah bahasa pemrograman tertentu sehingga menjadi sebuah program komputer.Bahasa pemrograman yang berbeda mendukung gaya pemrograman yang berbeda pula. Gaya pemrograman ini biasa disebut paradigma pemrograman.Konsep Dasar Pemograman

Pengertian Dasar Program adalah rangkaian instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logika dan sistematis. Pengertian Pemrograman adalahsuatu kumpulan urutan perintah ke komputer untuk mengerjakan sesuatu, dimana instruksi tersebut menggunakan bahasa yang dimengerti  oleh komputer atau dikenal dengan bahasa pemrograman. Konsep Dasar Pemrograman pada umumnya adalah IPO (Input Proses Output), lalu dikembangkan mejadi : Originating -> input -> proses -> Output -> Distribution


Originating. Berhubungan dengan pengumpulan data yang biasanya merupakan pencatatan data kedokumen dasar. Setelah dikumpulkan dilakukan proses input.

Input. Tahapan ini merupakan proses pemasukan data kedalam proses komputer melalui peralatan input.

Proses. Tahap ini merupakan proses pengolahan data dari data yang sudah diinput berupa proses  menghitung membandingkan, mengurutkan, mengklasifikasikan, mengendalikan dan mencari di storage.

Output. Tahap ini merupakan proses untuk menghasilkan keluaran dari proses pengolahan data ke peralatan output berupa informasi (monitor, speaker, dsb)

Distribution. Tahap ini merupakan proses penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang berhak dan membutuhkan informasi.

Storage. Tahap ini merupakan perekaman hasil pengolahan data storage yang nantinya dapat dipergunakan untuk input proses selanjutnya.

DATA. Data adalah bahan mentah yang akan diolah menjadi informasi sehingga  dapat dipergunakan oleh user atau pemakai.Tipe Data Dasar 


Tipe data dasar Merupakan tipe data primitif yang tidak terstruktur yang didefinisikan oleh bahasa pemrograman.

Tipe data dasar dibagi menjadi lima bagian yaitu :
a. Numerik, yaitu menyimpan data berupa angka
b. Enumerasi, yaitu suatu urutan list dari nilai-nilai yang berbeda.
c. Boolean, yaitu tipe data untuk merepresentasikan True atau False.
d. Character, yaitu tipe data untuk menyimpan rangkaian karakter.
e. Internationalization, disebut I18N




Tipe Data Terstruktur : Merupakan tipe data campuran dari berbagai tipe data dasar. Contohnya array, record, string, list dan file.
Tipe Data didefinisikan oleh Pemakai: Tipe data ini biasanya disebut Enumerasi.
Tipe Data Penunjuk : Contoh tipe data penunjuk adalah pointer



Model Komputasi

Model Komputasi adalah suatu kumpulan dari nilai dan operasi-operasi. Ada 3 dasar model komputasi :
Model Fungsional, yaitu model perhitungan yang fungsional terdiri dari satu set nilai-nilai, fungsi dan operasi, aplikasi, fungsi dan komposisi fungsi.
Model Logika, yaitu logika model perhitungan terdiri dari suatu set nilai-nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis.
Model Imperative, yaitu model perhitungan yang imperative terdiri dari satu set nilai-nilai yang mencakup suatu status dan operasi tugas-tugas untuk memodifikasi status tersebut.

Prinsip Bahasa Pemrograman


Empat prinsip dasar perancangan bahasa pemrograman adalah:

1. Sintaks, menjelaskan bagaimana struktur program yang benar.
2.Tipe sistem dan semantik, menunjukkan tipe nilai yang dapat dimanipulasi oleh program dan      arti(semantik) dari program, mencakup juga aturan penamaan entitas (variabel,fungsi,class,parameter,dll).
3. Manajemen memori, menunjuk kepada sekumpulan teknik yg membantu kita untuk memahami pemetaan letak dari nilai, struktur data, dan struktur program di dalam memori.
4. Exception handling, mengenai penanganan exception (hal-hal yang tak terduga seperti kesalahan input ketika menjalankan program).
Definisi Sintaks, Semantik, dan Pragmatik
Share:

Populer

NEWS INFO